Pelatihan Internal DITJEN KPAII: Tingkatkan Kompetensi Manajerial dan Komunikasi

Kinerja suatu organisasi tidak terlepas dari peran Sumber Daya Manusia (SDM) yang memiliki kompetensi. Kompetensi ini tercermin dari tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan dan sikap dari SDM itu sendiri dalam mewujudkan kinerja yang baik dari suatu organisasi. Dalam rangka peningkatan kompetensi SDM aparatur negara, khususnya di Ditjen KPAII dalam hal manajerial dan komunikasi, Ditjen KPAII memprakarsai penyelenggaraan In-house Training bertema ‘Scale-up Your Supervisory Skill’ pada 27-29 Maret 2018 di Bogor, Jawa Barat.

Sekretaris Ditjen KPAII, Restu Yuni Widayati, menyampaikan bahwa pelatihan kompetensi SDM aparatur diharapkan dapat diaplikasikan ke dalam aktivitas kerja pegawai sehari-hari. Selain melatih kemampuan manajerial dan komunikasi, pelatihan ini juga bertujuan untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan pegawai.

Dalam pelatihan tersebut, Ibu Ferlita Sari, M.Si, Psikolog, ACC dan Angesty Putri, M.Psi, Psikolog, selaku instruktur pelatihan menyampaikan bahwa seorang pemimpin harus memiliki karakteristik sebagai berikut:

  1. Internal locus of control, artinya seorang pemimpin harus memiliki pusat kendali diri yang berasal dari internal dirinya sendiri dalam menghadapi dan menyikapi masalah dan konflik;
  2. Can do attitude, artinya seorang pemimpin harus memiliki keyakinan dan sifat optimis bahwa segala sesuatu yang baik pasti dapat dilakukan dan akan selalu ada cara yang tepat untuk merealisasikannya;
  3. Sifat empati, yaitu kemampuan untuk memposisikan diri pada kondisi orang lain saat menghadapi konflik atau masalah;
  4. Kemampuan memberikan feedback dengan benar, yaitu mampu dengan tepat memberikan tanggapan, masukan, dan komentar (baik masukan yang bersifat positif atau kritik membangun), serta tidak menghakimi karakter seseorang.
  5. Dapat mengenali tipe kepribadian dirinya sendiri dan mampu memahami tipe kepribadian lawan bicaranya. Dalam hal ini, pemapar menjelaskan adanya empat tipe kepribadian, yaitu: 1) Tipe kepribadian Pemikir (thinker/analyzer) yang cenderung formal, analis, dan perfeksionis; 2) tipe kepribadian Pengendali (director/controller) yang cenderung formal, efisien, dan dominan; 3) tipe kepribadian Penunjang (relater/supporter) yang cenderung informal, setia, kooperatif, dan penuh perasaan; dan 4) tipe kepribadian Pendorong (socializer/promotor) yang cenderung informal, kreatif, dan menghidupkan suasana.
  6. Stress management, yaitu kemampuan mengelola tekanan yang berasal dari konflik atau kesenjangan antara ekspektasi dan realita, atas tuntutan kerja maupun masalah pribadi yang berlarut-larut. Cara mengelola tingkat tekanan ini dapat ditempuh dengan dua cara, yaitu: meredakan kondisi emosi yang tidak stabil yang ditimbulkan dari tekanan, dan dilanjutkan dengan menyelesaikan sumber masalah penyebab tekanan. 

Pasca terselenggaranya pelatihan ini, SDM aparatur di lingkungan KPAII diharapkan akan memiliki kemampuan yang baik untuk mengelola diri sendiri, pekerjaan, dan hubungan dengan sesama pegawai. Sebagai tindak lanjut dan merespon masukan dari peserta pelatihan, Ditjen KPAII akan menyelenggarakan pelatihan Stress Management dan Public Speaking pada pertengahan dan kuartal akhir 2018.