
Asta Cita Jadi Kompas, Ditjen KPAII Susun Strategi Industri 2026

Dalam mendukung pelaksanaan Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, khususnya pada agenda penguatan industri nasional, peningkatan investasi, serta pemerataan pembangunan wilayah, Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) Kementerian Perindustrian terus memperkuat perencanaan dan sinkronisasi program kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Rapat Persiapan Pelaksanaan Kegiatan Tahun 2026 yang digelar di SMAK Bogor.
Rapat ini menjadi wadah strategis untuk menghimpun masukan dalam penyusunan rancangan awal Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 sekaligus mematangkan persiapan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2026. Seluruh jajaran Ditjen KPAII didorong untuk memastikan program dan usulan prioritas yang disusun tetap selaras dengan arah kebijakan pembangunan nasional serta target kinerja yang telah ditetapkan.
Direktur Jenderal KPAII, Tri Supondy, menegaskan bahwa perencanaan yang matang menjadi kunci agar keterbatasan anggaran tidak menghambat capaian kinerja organisasi. “Perencanaan kegiatan Tahun 2026 dan penyusunan Renja 2027 harus benar-benar fokus pada prioritas dan berdampak nyata bagi penguatan industri nasional. Di tengah keterbatasan anggaran, kita dituntut untuk lebih cermat, adaptif, dan memastikan setiap program yang dijalankan selaras dengan arah kebijakan nasional serta Program Asta Cita Presiden,” tegasnya.
Dalam paparannya, Bappenas menyampaikan bahwa tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 bertumpu pada tiga kata kunci utama, yaitu penguatan produktivitas nasional, investasi produktif dan berdaya saing, serta industrialisasi berbasis sumber daya dan potensi wilayah. Sejalan dengan hal tersebut, Ditjen KPAII diharapkan berperan aktif dalam menjaga iklim investasi yang kondusif, mengembangkan skema pembiayaan dan insentif industri, serta mendorong peningkatan ekspor manufaktur dan pengembangan kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan baru.
Sementara itu, Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) Kementerian Keuangan memaparkan bahwa pagu anggaran Ditjen KPAII Tahun Anggaran 2026 mencapai Rp181,09 miliar. DJA juga mengapresiasi capaian realisasi anggaran Ditjen KPAII pada tahun sebelumnya yang dinilai sangat baik, sekaligus menekankan pentingnya efisiensi, digitalisasi birokrasi, serta penetapan skala prioritas dalam pelaksanaan kegiatan.
Ditjen KPAII turut menjelaskan adanya penyesuaian pagu efektif pada Tahun Anggaran 2026 akibat pengelompokan anggaran Direktif Presiden. Kondisi ini mendorong setiap unit kerja untuk lebih selektif dan berbasis data dalam mengajukan kegiatan. Untuk mengantisipasi dampaknya, koordinasi daring dan penyesuaian target kegiatan menjadi langkah yang akan terus dioptimalkan.
Pada kesempatan yang sama, masing-masing direktorat memaparkan rencana pelaksanaan kegiatan Triwulan I Tahun 2026, mulai dari fasilitasi investasi, kerja sama industri internasional, partisipasi pameran luar negeri, hingga penguatan kebijakan kawasan industri. Ditjen KPAII juga telah menyusun Renja Tahun 2027 dengan fokus pada penguatan daya saing industri, peningkatan investasi, serta dukungan terhadap program prioritas nasional.
Menutup rapat, Direktur Jenderal KPAII kembali menekankan pentingnya sinergi dan ketajaman perencanaan antarunit kerja. Dengan kolaborasi yang kuat dan penetapan prioritas yang tepat, Ditjen KPAII diharapkan mampu terus berkontribusi dalam mendorong pertumbuhan industri nasional yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan sesuai dengan arah Program Asta Cita.
Demikian berita kegiatan ini untuk disebarluaskan.
